Reprise Records

Seorang Michael Buble mampu membuat hati sekeras apapun melunak. Romantisme tiada tara menjadi ciri khas dari setiap karya musik yang dihasilkan. Irama uptempo yang tertuang dalam ‘Everything’ dan ‘It’s a Beautiful Day’ saja mampu menyejukkan hati, apalagi lagu-lagu balada macam ‘Home’, ‘Lost’ dan ‘Crazy Love’ yang sudah pasti membawa kita ke langit ketujuh.

Konsep tersebut masih menjadi jualan utama dari album kesepuluhnya yang berjudul “Love”, yang pada covernya hanya dilambangkan dengan bentuk hati warna merah. Album ini menandakan kembalinya Michael Buble ke dunia musik setelah rehat pasca diagnosa kanker yang diderita anak pertamanya, Noah. Periode hidupnya tersebut memberi pengaruh besar dalam album “Love”. Representasi kerapuhan seorang Michael Buble terpancar di keseluruhan albumnya jika didengarkan dengan seksama. Namun album ini tetap menunjukkan kharisma seorang Michael Buble, serta pendekatannya yang romantis terhadap musik. Album ini menjadi babak baru baginya, sambil tetap menunjukkan bahwa eksistensinya masih layak dipertimbangkan di dunia musik.

“Love” berisikan 11 buah lagu, dengan tambahan 2 lagu untuk edisi deluxe-nya. Jazz memang darah dagingnya. Dan lagi-lagi, ia berhasil bermain di genre yang dikuasainya tersebut dengan baik. Interpretasinya dalam membawakan ulang lagu-lagu jazz klasik seperti ‘When I Fall in Love’, ‘Unforgettable’ dan ‘My Funny Valentine’ menunjukkan kepiawaiannya sebagai crooner yang bisa disandingkan dengan Frank Sinatra sekalipun. ‘La Vie en Rose’ yang dibawakan bersama Cecile Mclorin Salvant menjadi salah satu yang pantas disimak. Eksplorasi terhadap vokal Tenor-nya yang nyaring benar-benar maksimal. Ia tahu benar bagaimana mengolah bakatnya tersebut se-fleksibel mungkin agar cocok disandingkan dengan sentuhan musik pop modern yang juga hadir dalam “Love”. Seperti dalam ‘Love You Anymore’ yang ditulis oleh Charlie Puth yang juga mengisi bagian vokal latarnya, sebuah “tantangan” yang berhasil dilalui dan ditampilkannya dengan baik. Kemampuan Michael Buble dalam menulis lagu yang layak diapresiasi dapat dilihat pada lagu balada berlatar piano berjudul ‘Forever Now’ yang dinyanyikannya dengan penuh ketulusan.

Album yang menurutnya adalah album yang paling romantis yang pernah ia garap ini merupakan suatu pernyataan tegas terhadap jati diri bermusiknya yang dikenal orang selama ini. Dan album ini adalah hasil dari sesuatu yang ia kerjakan dengan terampil. Romantis, penuh kharisma, dan tulus.